Ternate, Sedari Benteng sampai 82 Menu Unggulan

Posted on Updated on

Kota Ternate dan Gunung Gamalama (Foto: Photobucket com)

Oleh Dewi Turgarini, Kontributor Ahli*

Pariwisata di Ternate, Maluku, sebenarnya sangatlah menarik. Sedari berbagai benteng sampai wisata gastronomi, bisa dinikmati para pelancong.

Apa yang kita bayangkan perihal Ternate? Kalau Anda sangat paham sejarah di
tanah air kita, pasti spontan berpikir tentang Kesultanan Ternate di sana. Dan selain sejarah Ternate yang menarik, pariwisata di Ternate sesungguhnya tak kalah menarik. Anda tepat: saat ini Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, memiliki arah pengembangan destinasi pariwisata .

Bila Anda menjejakkan kaki ke Kota Ternate, wajib mengunjungi obyek tujuan wisata sejarah dan religi. Itu seperti, pertama, Kawasan Benteng Oranye, di situ ada Museum Rempah yang menunya menunjukkan pengaruh Maluku Utara pada bumbu di dunia.

Kedua, Museum Kedaton Sultan Ternate, didalamnya terdapat mahkota berambut yang dihiasi dengan 100 buah batu-batuan permata yaitu mutiara, berlian, safir, akik, zamrud mirah, emas, perak, perunggu, dan lainnya. Mahkota ini memiliki keunikan karena rambunya senantiasa tumbuh dan dipotong pada saat Hari Raya Idul Adha, dengan suatu upacara khusus.

Ketiga, Masjid Sultan Ternate, yang didirikan pada tahun 1648. Yang keempat adalah Rumah Alfred Russel Wallace, di mana ia menuliskan surat The Letter from Ternate pada tahun 1558.

Kelima, Benteng bersejarah peninggalan Portugis, yang dibangun sebagai pertahanan dalam menguasai cengkih seperti Benteng Tolluko, Benteng Kastela, Benteng Kota Janji (Benteng Santo Pedro E, Paulo). Keenam, Makam Sultan Mahmud Badarudin II; ia adalah sultan Palembang yang dibuang ke Kota Ternate pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Ketujuh, Gereja Katolik Santo Willibrordus atau Gereja Batu, ini adalah Gereja Katolik satu-satunya di Pulau Ternate. Selanjutnya, yang kedelapan, adalah Kelenteng Thian Hou Kiong yang tak jauh dari Benteng Oranye. Kelenteng ini berdiri tahun 1657 dan yang tertua di Indonesia timur.

Wisata Gastronomi

Kini, yang tidak banyak dilirik orang adalah wisata gastronomi tradisional di Kota Ternate yang sarat dengan nilai tradisi dan filosofi dengan adanya upacara adat. Di antara itu adalah Kolo Lie, kegiatan ritual masyarakat tradisional untuk mengitari atau mengililingi Gunung Gamalama.

Upacara adat ini dilakukan sambil menziarahi beberapa makam keramat yang ada di sekeliling pulau kecil yang memiliki gunung berapi. Dilaksanakan saat festival Festival Legu Gam Moloku Kie Raha. Selain itu, dilaksanakan juga saat melakukan niat/hajat. Itu dibagi atas tiga kategori, yaitu: niat atau hajat perorangan, hajatan kelompok, dan hajatan besar dari pihak kesultanan. Pelaksanaan upacara adat ini menghidangkan nasi kuning, ayam bakar, serta ikan bakar.

Selain Kolo Lie, ada Saro-Saro Pernikahan. Nah, kalau yang ini, adalah suatu kegiatan berdoa atau permintaan bagi pengantin. Di sini, biasanya menghidangkan makanan adat berupa sirikaya, kobo (ketupat kerbau), nanasi (ketupat nanas), nasi jaha (pali-pali), bubur kacang hijau (gule-gule tamelo), ikan dan terong, boboto (boto-boto), agi (sop gulai).

Lantas, ada makanan adat lainnya seperti pulo kukus, ikan panggang, ayam utuh semur, asam pedis (ikan/ayam/daging), fofoki (terong) utuh santan, acar sambal goreng, bubur kacang hijau, namo-namo, nasi doga, ikan cabu tulang, nasi kuning dada.

Upacara adat yang berikutnya yakni Saro-Saro Cukur Rambut. Upacara yang memikat ini digelar saat bayi dan anak dicukur rambut. Dalan lingkup itu, menu yang dihidangkan adalah sirikaya, ketupat kobo, ketupat nanasi, bahan-bahan untuk joko kaha (rumput fartago, sebotol air murni, beras pupulak), serta air kelapa muda yang masih berada dalam buah kelapa muda yang telah dihiasi warna-warni.

Tiada kalah menariknya adalah upacara adat Saro-Saro Khatam Qur’an, yaitu kegiatan ritual yang dilaksanakan setelah si anak baru Khatam Alquran. Upacara ini menghidangkan satu pohon umbi jahe (dari daun batang hingga akar) yang diletakkan dalam sebuah cangkir berisi gula pasir, tebu yang diukir dan dihiasi bentuk burung, kapal terbang terakit rapi dalam beberapa bentuk rakitan, buah jeruk yang disusun rapi dalam beberapa bentuk rakitan, buah delima yang tersusun rapi dalam beberapa bentuk rakitan, pinang dan sirih yang tercanang pada suatu rakitan dalam beberapa buah rakitan, serta batangan rokok yang juga disusun dalam beberapa rakitan.

Upacara adat berikutnya adalah Lian, kegiatan yang dilakukan setelah mendengar berita kematian warga masyarakat. Kaum ibu datang membawa bahan makanan seadanya untuk disumbangkan ke rumah duka, yang akan dijadikan bahan baku konsumsi.

Ada 82 Menu Unggulan

Suatu waktu,  Focus Group Discussion Penyusunan Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, dilangsungkan di Hotel Majangan, Kota Ternate. Diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI, penulis dan Editor Eksekutif Majalah Femina Heni Pridia, memaparkan bahwa berdasarkan survei, penelusuran literatur, dan wawancara mendalam, ada hal menarik tentang menu unggulan di kota itu.

Rincinya, ada 82 menu unggulan Kota Ternate. Untuk menu utama adalah sebagai berikut: agi, ayam bakar, boboto, beras pupulak, batata rebus, gatang (kepiting) kenari, ikan fufu, ikan bakar colo-colo, dan lain-lain.

Ada pula dua menu sepinggan, yakni nasi kuning ikan telur dan lontong sayur. Untuk delapan menu sayuran adalah sayur garo, sayur lilin, fofoki (terong) kuah santan, ulak-ulak, dan lain-lain.

Di kelompok 22 menu kudapan, ada apang, apang polote, amu goreng, amo/sukun goreng, dan yang lainnya. Lantas, untuk minuman, ada lima menu. Itu yakni air guraka, sirop pala, kopi ternate, teh kayu manis,dan kopi guraka.

Di diskusi itu, para pemangku kepentingan yang hadir dan terdiri dari para praktisi industri kuliner, budayawan, dan akademisi di Kota Ternate, sepakat menyatakan sepuluh ikon kuliner yang akan diusung sebagai makanan tradisional, yang patut dikenal wisatawan nusantara dan mancanegara. Menu tersebut adalah: papeda, ikan gohu, ikan fufu, ikan kuah soru, sayur garu, dabu-dabu roroba, sagu bakar, ikan masak karing kayu, popaco, boboto, dan sirop pala.

Kota Ternate menyuguhkan kelezatan tur gastronomi yang sarat dengan nilai tradisi dan filosofi yang patut Anda coba, dari pagi hingga malam hari. Ingin sarapan? Ada banyak pilihan, tentunya. Satu di antara itu adalah Rumah Makan Al Hikmah di Jalan A.I.S. Nasution, Ternate Tengah.

Keistimewaan rumah makan ini, yakni menyajikan Nasi Kuning khas kota ternate yang disajikan dengan Mie Goreng dan Ikan Masak Karing Kayu, dengan pilihan telur, atau ayam. Anda dapat pula menikmati Lontong Sayur. Menu ini punya keunikan karena dilengkapi sayur nangka yang berkuah santan, namun ringan rasanya. Lantas, dilengkapi telur, ayam, dan serundeng yang bercita rasa unik.

Di luar restoran itu, Anda bisa mengunjungi Kampung Tubo, untuk melihat pusat pembuatan sagu bakar yang dibuat oleh Ibu Nun. Di kampung ini, ada tujuh orang pelaku industri sagu bakar, yang membuat sagu bakar sejak jam 05.00 hingga jam 07.00—mereka sudah diberi pelatihan oleh pemerintah.

Kala siang, wisatawan bisa melihat pasar tradisional Gamalama, atau pasar higienis. Di sini, para pelancong bisa melihat beragam bahan baku lokal makanan yang unik dan khas di kota ini.

Untuk makan siang pelancong, cobalah melangkah ke Rumah Makan popeda Gamalama di Terminal Pasar Baru. Nah, di situ, ada makanan kebun yang harganya Rp 30.000-an; itu antara lain papeda, ikan gohu, ikan fufu, ikan kuah soru, sayur garu,dabu-dabu roroba, serta yang lainnya.

Tiada kalah memikat bagi pelancong, yakni mengunjungi Benteng Oranye, Museum Rempah, Keraton Sultan Ternate, Benteng Tolukko, Batu Angus, dan Danau Tolire. Kudapan unik yaitu pisang goreng mulu bebe dengan sambal dabu-dabu, dapat dinikmati di pinggir danau, sambil menikmati pemandangan danau yang memiliki mitos perihal pembentukannya. Bila beruntung, pelancong dapat melihat induk buaya beserta delapan anaknya, tengah berenang di danau tersebut.

Pernahkah Anda membayangkan membeli kain tenun yang pengrajinnya tinggal tiga orang, yang punya warna-motif menarik? Tentu membeli kain itu, mendatangkan kepuasan tersendiri, bukan? Untuk itu, di Kota Ternate, Anda harus mengeluarkan uang di kisaran nilai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.

Keindahan Pantai Nukila, bisa Anda nikmati di malam hari; di pantai itu, pelancong bisa menikmati keindahan pantai sembari menikmati pisang goreng yang disajikan dengan sambal dabu-dabu, ikan teri, dan juga kacang goreng plus air guraka. Buah durian juga bisa dirasakan di pantai itu.

Dengan semua itu, sangat jelas bahwa Ternate adalah tempat yang menarik bagi wisatawan, bukan? Apa lagi yang ditunggu untuk melancong ke sana? (Editor/Upload: Gerard da Silva)

*Penulis adalah Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata RI; Pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Kandidat Doktor Ilmu Pariwisata di Universitas Gadjah Mada

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s