Petani Masih Butuh Subsidi Benih

Posted on Updated on

Sumber Foto, Bisnisbandung.com

BussInsp, Jakarta—Ketua Komisi IV DPR RI Edy Prabowo, dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian hari ini di Jakarta, mempertanyakan rencana penghapusan subsidi benih ke petani di tahun 2018. “Bantuan subsidi benih ini masih dibutuhkan. Petani masih berharap terhadap subsidi ini, jika biasanya beli bibit Rp 11.000, dengan subsidi hanya dibeli dengan Rp 2.500,” kata dia yang dikutip website resmi DPR RI.

Kata dia, “Tiba-tiba semua ini ditiadakan, tentu akan memberatkan petani. Kami tidak tahu ada kebijakan ini. Jika dikatakan ada usulan, iya kami tahu itu, tapi saat itu kami tidak menyetujuinya.”

Jika dikatakan anggaran dialihkan ke bantuan benih langsung yang gratis, lanjut Edy, tidak semua petani terjangkau bantuan itu. Bantuan ini tidak mewakili 100 persen petani. Ketika bantuan tidak terjangkau, maka mereka membeli sendiri benih, dan disinilah subsidi harga sangat dibutuhkan petani yakni agar harga jadi murah.

Wakil Ketua Komisi IV Herman Khoeron mengatakan, bahwa subsidi benih ini juga menjadi penyangga terhadap desa mandiri benih. Jika dikatakan alasan pencabutan subsidi karena penyaluran yang tidak terserap dengan baik, ia menilai hal itu hanya persoalan mekanisme saja. Pada saat pengusulan Rencana Kerja (RK) Kementerian/Lembaga, saat pembahasan pagu indikatif masih ada anggaran subsidi ini.

“Menjadi sangat aneh jika Kementerian Keuangan mencabut begitu saja subsidi tanpa ada pembahasan terlebih dahulu. Saya menduga ada usulan terlebih dahulu dari Kementerian Pertanian. Kalaupun mau dihapuskan harus ada alasan yang tepat,” tambah Herman.

Menjawab hal itu, Sekjen Kementerian Pertanian RI  Hari Haryono mengatakan bahwa pihaknya belum pernah mengusulkan penghapusan subsidi benih terhadap Kementerian Keuangan. Rencana pencabutan subsidi ini dibahas dalam trilateral dengan satu penjelasan, karena serapannya sangat rendah. Dalam lebih dari tiga tahun berturut-turut subsidi benih ini serapannya sangat rendah, sekitar 25-30 persen.

“Kenapa subsidi pupuk masih ada dengan menggunakan instrumen BUMN, karena subsidi pupuk memerlukan high invest dan hight technology yang para swasta dan para UMKM tidak bisa masuk didalamnya jika tidak ada intervensi pemerintah. Sementara pengembangan benih bisa dilakukan penakaran-penakaran oleh UMKM yang notabene merupakan mitra-mitra kami juga,” jelas Hari.

Komisi IV DPR RI sepakat meminta Kementerian Pertanian tetap menjalankan pagu subsidi Benih dalam RAPBN tahun 2018 yang akhirnya menjadi salah satu kesimpulan rapat itu. (Dwi Sulistyo/GDS)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s