Laporan dari Diskusi Tentang Transportasi Online

Posted on Updated on

Sumber Foto Istimewa
Sumber Foto Istimewa

BussIns, Jakarta—Para pemilik kendaraan pribadi baik itu kendaraan roda empat dan roda dua berbasiskan aplikasi online sangat keberatan untuk mengikuti Permenhub (PM) 32 Tahun 2016 di mana aturan itu mewajibkan transportasi online berbadan hukum juga harus uji kir. Keberatan para pemilik kendaraan pribadi tersebut yakni kenapa kendaraan harus jadi milik perusahaan seperti PT, koperasi, atau yayasan. Dan lantas bagaimana kekuatan hukum pemilik terhadap aset kendaraan tersebut.

Menanggapi hal itu Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan RI Cucu Mulyana menyatakan dalam sebuah diskusi di Jakarta belum lama ini bahwa usaha tranportasi harus berbentuk badan hukum yang diakui dan sah secara hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang atau juga aturan Kementerian Perhubungan. Badan hukum yang dimaksud bisa berbentuk PT, koperasi, atau yayasan. “Jika dia perorangan dia belum disebut sebagai badan hukum, maka konsekuensinya harus mengikuti peraturan tersebut,” tegas Cucu.

Cucu melanjutkan aturan teknis di Kementerian Perhubungan wajib diikuti oleh seluruh usaha transportasi. Untuk badan hukumnya itu bukan menjadi ranahnya Kementerian Perhubungan dan jika membentuk badan usaha koperasi tentunya harus mendapatkan pembinaan dari kementerian lain.

Sementara itu Asisten Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Solehan mengatakan bahwa dalam UU No 22 Tahun1992 sudah sangat jelas dan rinci mengatur badan usaha berbentuk Koperasi ini. UU tersebut mengatur bagaimana bentuk badan usaha koperasi dibangun dengan profesionalitas juga memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya. Membangun manajemen koperasi harus transparan dan yang lebih penting lagi koperasi harus membedakan aset koperasi dan aset anggota. Hal ini harus jelas jangan sampai dicampur aduk.

Pengurus koperasi ini harus solid, kuat. Internal koperasi harus kuat dan bekerja tulus serta harus mendapat gaji sesuai dengan gaji di luar koperasi.

Solehan melanjutkan selama ini koperasi transportasi yang sudah ada banyak yang bubar, ambruk, dan gulung tikar di mana permasalahannya bukan karena terlibat utang dengan pihak ketiga seperti vendor akan tetapi karena salah manajemen. Pengurus pada tidak kompak di dalam.

“Kedepannya kita akan cuci bersih koperasi yang kotor-kotor tersebut. Kita akan bangun koperasi yang kuat dan manajemennya maju lantas pengurus dan pekerja profesionalnya akan digaji sesuai standar pekerjaan di luar. Kita akan amputasi koperasi yang jelek agar koperasi kita menjadi kuat dan bisa menjadi soko-guru perekonomian masyarakat dan dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat,” ujar Solehan.

“Mengacu kepada UU tersebut usaha transportasi ini wajib memiliki badan usaha dan bila berbentuk koperasi harus mendapatkan pembinaan Kementerian Koperasi. Untuk keraguan kendaraan akan menjadi milik koperasi itu tidak akan terjadi oleh karena itu keraguan itu harus hilang sama sekali serta jangan ragu karena itu tentunya bukan aset koperasi,” dia berkata.

Pandangan Pengamat

Sedangkan pengamat transportasi dan ketua CRPG Muhammad Mova Al Aghani menegaskan bahwa usaha transportasi online wajib patuh terhadap peraturan yang ada baik itu langsung di kementerian teknis atau kementerian lainnya. Usaha itu harus berbadan hukum tetap dan tinggal pilih badan hukumnya apakah PT atau koperasi atau yayasan. Usaha itu harus memberikan asuransi kepada pengemudi dan wajib uji kir kendaraan secara berkala, servis kendaraan secara rutin sesuai prosedur. Selain itu ada penetapan tarif yang transparan.

Di sisi lain pengamat transportasi Darmaningtias mengomentari pemilik kendaraan pribadi yang keberatan bahwa STNK-nya akan didaftar sebagai milik koperasi atau PT atau yayasan. ”Ini saya rasa jangan terlalu dipusingkan karena sudah banyak contoh terdahulu di mana ada bentuk badan usaha koperasi di usaha transportasi ini. Kita bisa pelajari Koperasi Taksi (Kosti) apakah STNK Kosti ini milik koperasi, atau Kopaja, ya tidak dong. Karena dua koperasi transportasi tersebut sangat banyak anggotanya. Jadi tidak usah ragu,” tegas Darmaningtias.

Komentar Praktisi

Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia dan pengusaha transportasi sekaligus tokoh koperasi transportasi di Yogyakarta Muhammad Muslich Zaenal Asikin mengatakan bahwa para pemilik kendaraan ini jangan terlalu gelisah. Berbagai permasalahan terkait transportasi online harus bisa dipecahkan sebagai persoalan bisnis saja. “Ini kan permasalahan STNK dan uji kir saja dan hal ini bisa dibicarakan antarbisnis saja antara pemilik kendaraan dengan operator bisnis transportasi online. Jadi tidak harus melibatkan pihak pemerintah. Bila ada campur tangan pemerintah akan berbeda aromanya. Kalau memang sudah mentok barulah minta petunjuk pemerintah,” tegas dia.

“Koperasi kami di di Yogyakarta sangat kuat dan mandiri di mana kami memiliki anggota 3.000-an orang dan semuanya bergerak pada usaha transportasi. Kekuatan kami inilah yang menjadikan koperasi kami mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama showroom mobil. Seluruh showroom mobil menawarkan kepada kami untuk memberikan kendaraan. Jika koperasinya bobrok mana ada yang mau menawarkan,” kata dia.

Sementara itu Ketua Koperasi Perkumpulan Pengusaha Rental Mobil Indonesia (PPRI) Ponco Seno meminta perusahaan operator transportasi berbasis online ini wajib melakukan uji kir kendaraan, perpanjangan STNK, memberikan asuransi kepada pengemudi.

Sekretaris Jenderal Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama yakni Musa menyatakan bahwa keberadaan transporasi online ini sangat diperlukan karena menyambungkan transporasi regular yang terputus sehingga sangat diperlukan masyarakat. Bila ada gagasan untuk dibubarkan tentunya sangat disayangkan. “Dan di negara luar keberadaan transportasi online ini merupakan transportasi komunitas,” ujar Musa. (Kontributor/MT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s