Pemimpin Kuat, Seperti Apa Sebenarnya?

Posted on Updated on

Sumber Ilustrasi, Istimewa
Sumber Ilustrasi, Istimewa

Untuk menjadi pemimpin bisnis yang kuat, seseorang harus memerhatikan sejumlah faktor kunci. Apa sajakah itu? Simak petunjuk dari pengamat manajemen layanan kesehatan dan mantan perwira tinggi TNI AU ini.

Di tingkat nasional, akhir-akhir ini, sering ada wacana tentang kepemimpinan kuat dengan yang lemah. Di situ, dilontarkan pendapat bahwa, pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), berbeda jauh dengan presiden sebelumnya yakni Presiden RI Susilo Bambang yudhoyono (SBY). “Jokowi itu kuat dan cepat, sedangkan SBY lemah dan lambat,” begitulah kira-kira pendapat yang sering dilontarkan.

Di sisi lain, tangkisan muncul dari pendukung SBY. “Bila dilihat sejumlah indikator, apanya yang lemah? Era SBY, KPK sangat leluasa mencokok orang Partai Demokrat dan ini bukti kuatnya komitmen memberantas korupsi. Lantas, 10 tahun pemerintahan SBY, APBN tumbuh empat sampai lima kali lipat, dan perekonomian tumbuh bagus saat ekonomi global terkoreksi. Apanya yang lemah?’ demikian kira-kira kata pendukung tersebut.

Di aktivitas bisnis sehari-hari, pembedaan antara “pemimpin kuat” dengan “pemimpin lemah”, sering muncul. Cukup sering, untuk memecat banyak orang dengan jalan pintas, pemegang saham mayoritas sebuah perusahaan, mengangkat CEO baru yang disebut sebagai “pemimpin yang kuat”.

Sebenarnya, seperti apakah yang disebut “kepemimpinan kuat” alias strong leadership itu? Apakah identik dengan bentakan-bentakan, mem-presurre terus-menerus, dan lain sejenisnya?

Menjawab pertanyaan itu, BusinessInspiration menyajikan beberapa indikator tentang strong leaderhip, dari sejumlah sumber. Berikut ini adalah poin-poin tersebut:

a. Pemimpin yang kuat, bukan hanya mengenai gaya kepemimpinan. Tapi terkait dengan kualitas kepemimpinan. Tidak ada gaya kepemimpinan yang benar atau salah.

Maka dari itu, seseorang tidak perlu mengubah gaya kepemimpinan, tapi harus mengadaptasi gaya kepemimpinan. “Jadi, supaya sesuai dengan situasi yang ada dan juga ketika situasi tersebut berubah”, papar  Nasiatul Aisyah Salim, seorang pengamat manajemen layanan kesehatan, dalam suatu kolomnya.

b. Indikator dari seorang pemimpin yang kuat adalah semangat dan tanggung jawab. Ini membedakan pemimpin kuat, dengan yang biasa-biasa saja atau situasional.

Nasiatul berkata, orang selalu merespons dengan baik pemimpin yang memiliki semangat tentang pekerjaannya atau kehidupannya. Karena hal ini menular dan anggota tim akan menemukan bahwa dirinya termotivasi untuk melakukan yang terbaik.

c. Pemimpin yang kuat, menaruh minat lebih besar pada area “hati dan semangat”. Sehingga pemimpin harus menciptakan orang-orang luar biasa di dalam organisasi.

d. Pemimpin yang kuat, membangun kepercayaan dan kredibilitas. Situs Ikhtisar.com menjelaskan bahwa semua urusan bisnis dan yang lainnya, butuh orang untuk membantu. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kepercayaan dengan memertimbangkan kebaikan untuk semuanya.

Sementara, dasar untuk membangun kepercayaan adalah kolaborasi antar tim, berbagi informasi antar tim, dan saling mendukung.

e. Pemimpin yang kuat, selalu berbagi visi dengan jelas. Hal ini membuat orang termotivasi dan terinspirasi untuk mendorong anggota tim yang lain.

f. Melakukan coaching, mentoring, communicating, listening. Sebagai pemimpin, seseorang adalah pelatih. Itulah awal keberhasilan tim. Maka, lakukan coaching dengan cara Anda, dan berikan kebebasan bekerja dengan cara mereka. Lalu sertai semua itu dengan communicating dan listening.

Dalam listening, biarkanlah tim berbagi ide, keprihatinan, dan tahu bahwa sang pemimpin bisa didekati dan peduli.

g. Pastikan bahwa kapal Anda mengarah dengan benar dan tepat. Ya, sebagai pemimpin yang kuat, seseorang harus berupaya menyelesaikan misi. Fokuslah kepada apa yang terpenting terkait visi organisasi. Hilangkanlah chaos, dan gunakan otoritas dalam membuat keputusan yang tepat.

h. Sementara itu, mantan perwira tinggi TNI AU, Chappy Hakim, dalam sebuah kolomnya, mengulas pula tentang strong leadership.

Menurutnya, strong leader adalah tiada lain dari effective leader, kepemimpinan atau pemimpin yang efektif.

Untuk dapat menjalankan peran sebagai leader yang efektif, maka kita harus melihat terlebih dahulu apa yang menjadi basic concept dari pemimpin yang efektif .

Bila diamati dengan hati-hati, maka untuk dapat menjadi pemimpin yang efektif, konsep dasarnya adalah:  Mission accomplishment dan care and support of the people. Artinya: Kemampuan untuk dapat menyelesaikan dengan baik pelaksanaan tugas, dan kesanggupan dalam memberikan perhatian dan dorongan terhadap anak buah.

Kemampuan menyelesaikan tugas, tidaklah dapat diperoleh dengan instan. Kesanggupan seseorang melaksanakan tugas, lebih banyak ditentukan dari pengalaman yang diperolehnya, dibandingkan dari bekal teori yang dimilikinya. Itu sebabnya kemampuan ini tidak dapat dan mustahil untuk dapat diperoleh secara tiba-tiba.

Kemampuan ini lebih kepada wujud kumpulan proses pengambilan keputusan yang penuh dengan rangkaian trial and error.  Proses mencoba yang merupakan kumpulan dari berbagai kesalahan besar dan kecil yang kemudian menjadi bekal untuk tidak lagi berbuat kesalahan.

Maka, perlu ada keberanian. Keberanian untuk mengambil keputusan dan juga keberanian untuk bertindak.

Keberanian yang bukan merupakan ujung dari tindakan yang nekat, akan tetapi keberanian yang ditopang pengalaman yang matang. “Pengalaman itu antara lain dari ‘kesalahan’ yang diperbuat dan kemudian dievaluasi”, ulas Chappy Hakim lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s