Inovasi-Sinergi Penelitian, Kunci Daya Saing Produk RI

Posted on Updated on

Sumber Ilustrasi Istimewa
Sumber Ilustrasi Istimewa

BussIns, Jakarta—Inovasi teknologi akan meningkatkan daya saing produk Indonesia, baik di tataran Asia-Pasifik maupun pasar global. Sukses inovasi teknologi ini harus bisa diaplikasikan sampai ke tingkat bawah yaitu masyarakat. Diperlukan kerja sama yang baik seluruh sektor dalam memasyarakatkan inovasi teknologi ini. Baik itu pemerintahan pusat, daerah, peneliti, akademisi, kalangan industri, serta kalangan lainnya.

“Jangan pula berbagai hasil penelitian hanya mangkrak begitu saja, tanpa dilakukan aplikasi di lapangan, kita berharap kedepannya hasil penelitian ini bisa menjadi pengungkit perekonomian masyarakat di seluruh Indonesia ini, baik itu pada bidang pangan, pertanian, energi,” demikian ditegaskan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristekdikti, Jumain Appe, di Jakarta kemarin, ke wartawan.

Jumain Appe menegaskan, inovasi teknologi sangat diperlukan oleh bangsa ini; dengan inovasi teknologi pula daya saing produk bangsa ini akan memiliki nilai jual dan daya saing dengan pasar global.
“Kita akan menjadikan sinergi penelitian ini lebih efektif, efisien, dan juga membangun teknopark di daerah-daerah dengan berbagai keunggulan daerah tersebut, agar hasil penelitian tersebut tidak mangkrak percuma dan tidak dapat diaplikasikan oleh daerah tersebut. Jadi tidak ada lagi penelitian di masa mendatang ini berjalan sendiri-sendiri, harus terkoordinasi,” kata dia.

Jadi, sinergi itu menjadikan penelitian tidak berjalan masing-masing. Dengan sinergi itu, biaya penelitian yang terbatas bisa menghasilkan produk inovasi teknologi yang berguna bagi perekonomian masyarakat di daerah. “Ini sesuai dengan pembangunan Jokowi-JK yang membangun dari pinggiran, artinya dari daerah,” tegas Jumain.

Lanjut Jumain, ketergantungan bangsa ini dengan subsitusi produk impor sangat tinggi sekali. Pada bidang pangan saja, masih tergantung dengan impor daging sapi setiap tahun yang menjadi beban Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, Indonesia bisa menghasilkan daging sapi untuk kebutuhan dalam negeri dengan baik.

“Kita harus mengembangkan pembibitan ternak dengan baik, pengembangan pakan dengan murah, tentunya dengan inovasi teknologi itu dapat bisa dicapai. Agar sukses, inovasi teknologi ini harus digerakan secara massif dari pusat hingga daerah,” lanjut Jumain. (Arm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s