Posted on Updated on

Belajar Bisnis dari Rasul SAW untuk Bisnis Modern

Ilustrasi Etika Bisnis---ist
Ilustrasi Etika Bisnis Sumber Istimewa

Cara Muhammad SAW dalam berbisnis melahirkan gelar Al-Amin. Dan sebenarnya berfaedah bagi dunia bisnis masa kini.

Sudah tentu tidak ada manusia di dunia termasuk pebisnis mana saja yang bisa dibandingkan denganMuhammad SAW. Pasalnya Sang Rasul adalah Al-Quran berjalan yang harus dipedomani oleh semua orang Muslim di dunia sampai kapan pun.

Mungkin sulit untuk 100% serupa dengan Muhammad SAW dalam berbisnis atau juga berdagang karena setiap pebisnis adalah manusia biasa. Tetapi jelas bahwa semua umat harus mencoba memedomani Muhammad SAW dalam bisnis.

Seperti kita ketahui bersama Muhammad SAW digelari Al-Amin atau orang yang bisa dipercaya sebelum mendapat wahyu pertama dari Allah SWT. Gelar itu antara lain karena cara berbisnis Muhammad SAW.

Lalu sebenarnya seperti apa pedoman bisnis dari manusia utusan Allah SWT itu? Redaksi BusinessInspiration menyarikan tentang itu dari situs http://www.entrepreneurmuslim.com .

1. Jujurlah
Bersifat jujur sebagai pebisnis/pedagang membuat Muhammad SAW digelari Al-Amin tersebut. Jujur membuat pelanggan selalu datang lagi ke Muhammad SAW oleh sebab merasa aman dari kemungkinan dikelabui. Sifat jujur menjadi sebuah brand tersendiri bagi Muhammad SAW.

2 . Hormatlah ke Pelanggan
Muhammad SAW menganggap bahwa pelanggan adalah saudara yang harus dibantu. Bisnis adalah aktivitas membantu seorang saudara dalam mendapat apa yang diperlukan atau bahkan dalam memecahkan persoalan.

3. Menepati Janji
Janji ke pelanggan harus ditepati antara lain dalam soal tenggat. Janji adalah sebuah tanggung jawab yang harus ditepati dan menimbulkan nilai plus yang lantas berujung kepada kepuasan pelanggan.

4. Menghindari Produk Tidak Layak
Sang Utusan Allah tersebut tidak menjual produk yang tidak layak dijual. Lalu ia memilih antara produk berkualitas baik dengan yang tidak dan harga jual disesuaikan berdasarkan pemilihan itu.

5. Tidak Mendiskreditkan Pesaing
Muhammad SAW dalam berdagang tidak menjatuhkan kompetitor. Sebab rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Satu cara menaikkan penjualan adalah menaikkan kualitas bisnis dan memuaskan pelanggan. Jadi bukan dengan mendiskreditkan pesaing.

6. Memenuhi Hak Pekerja
Satu di antara itu adalah dengan membayar upah pekerja pada waktunya.

7. Jangan Ihtikar
Dalam Islam ihtikar adalah menyimpan atau juga menimbun barang demi sebuah keuntungan yang lebih besar. Sebuah produk harus dijual dengan harga dan kondisi saat itu juga.

8. Bisnis Tidak Boleh Mengganggu Ibadah
Memang bekerja adalah sebagian dari ibadah tapi tetap saja bisnis tidak boleh mengurangi ibadah. Antara lain bahwa seorang yang berbisnis tidak boleh lantas melupakan membayar zakat. Atau juga jangan melupakan ibadah seperti salat dan puasa karena sibuk dengan bisnis.

**********

Sekadar tambahan redaksi situs BusinessInspiration: pedoman bisnis dari Muhammad SAW bisa pula dijelaskan secara ilmiah manfaatnya bagi dunia bisnis modern.

Antara lain soal larangan ihtikar atau menimbun barang. Di sini jelas bahwa konsumen tidak menyukai sebuah perusahaan distributor  yang sengaja menyembunyikan barang yang terkait kepentingan hidup orang banyak seperti BBM (bahan bakar minyak), semen, dan kebutuhan pokok. Ujung-ujungnya konsumen atau produsen nantinya tidak mau berbisnis dengan perusahaan seperti itu sehingga perusahaan itu sendirilah yang tingkat keuntungannya merugi.

Perusahaan yang menjual produk cacat pun nantinya dijauhi konsumen. Dan sebenarnya banyak perusahaan besar dunia yang menerapkan prinsip ala Muhammad SAW ini—sadar atau tidak.

Contohnya adalah penarikan kendaraan bermasalah yang banyak dilakukan produsen otomotif kelas dunia. Atau juga perbaikan gratis saat di belakangan hari mengetahui adanya cacat produk mobil tertentu. Mereka tidak ingin kelak dijauhi konsumen gara-gara dicap sengaja menjual produk cacat bukan?

(Muchamad Tanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s