Posted on Updated on

Komputasi Awan, Strategi Baru E-Government Efisien

Ilustrasi dari internet/istimewa
Ilustrasi dari internet/istimewa

Teknologi informasi (TI) hebat dalam mengubah drastis banyak model bisnis. Misalnya saja sekarang ini memesan ojek sepeda motor tidak perlu di jalan tapi bisa dengan mudah menggunakan smart phone.

Tahukah kita aplikasi yang berperan besar memudahkan memesan ojek sepeda motor seperti itu?

Yakni sebuah aplikasi open source bernama Android. Ya begitulah Android telah melahirkan banyak hal baru.

Buat perorangan atau juga korporasi Android sudah popular. Padahal Android itu sifatnya gratis. Nah sekarang ini ada sebuah sistem gratis yang bisa memudahkan pemerintahan sedunia dan itu adalah komputasi awan atau cloud computing. Lebih persisnya yakni e-government (electronic government) bisa lebih efisien.

Mengapa seperti itu? Sebabnya dengan komputasi awan e-government bisa lebih konstentrasi ke kualitas layanan untuk publik. Sedangkan soal konfigurasi atau juga pemeliharaan perangkat TI menjadi urusan penyedia layanan komputasi awan.

Di sini ada pertanyaan yang belum terjawab yakni apa sesungguhnya komputasi awan? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan TI (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang berfungsi menjalankan program/aplikasi via komputer yang terkoneksi bersamaan. “Akan tetapi tak semua yang terkoneksi melalui internet menggunakan komputasi awan,” kata Riyan Farhan seorang penulis TI.

Dia menjelaskan dalam sebuah tulisan bahwa komputasi awan merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan pengguna menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Singkat kata yakni dengan komputasi awan sebuah lembaga tidak perlu membeli server, perangkat lunak, dan lain-lain sejenis, untuk berjalannya sebuah program. Namun cukup menggunakan komputasi awan itu. Dan saat ini ada banyak penyedia layanan komputasi awan. Maka dari itu sebuah lembaga cukup membayar biaya sewa komputasi awan itu tanpa memikirkan membeli peralatan TI atau juga perawatannya.

Nah kembali ke e-government. Saat ini ada sebuah lembaga Pemerintah Indonesia yang menyediakan layanan komputasi awan untuk operasional e-government. Ya Anda benar, adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menyediakan itu.

Sejumlah media massa memberitakan bahwa layanan dari BPPT itu tujuannya mewujudkan percepatan e-government karena pemerintahan bisa lebih berkonsentrasi ke layanan—bukan ke soal TI. BPPT memerkirakan bahwa komputasi awan dapat menghemat biaya 50%. Jadi lebih murah daripada sebuah lembaga pemerintah menyiapkan sendiri infrastruktur TI ataupun personilnya.

Hal itu tentu menguntungkan sebab selama ini kurang cepatnya penerapan e-government karena kendala di segi infrastruktur dan personilnya. Nah dengan komputasi awan milik BPPT yang sesama lembaga pemerintah, sebuah Pemerintah Daerah tidaklah perlu membeli server, aplikasi, dan merawatnya. Sekali lagi mereka cukup berfokus ke pelayanan.

Maka demikianlah komputasi awan hadir sebagai strategi baru menggelindingkan e-government. Efisiensi biaya dan waktu lahir dari situ. Sejauh ini yang sudah menggunakan yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Kementerian Riset dan Teknologi, Pemerintah Cimahi, Pemerintah Pekalongan, dan lain-lain.

Tentu ada berbagai kelemahan dari komputasi awan. Tapi bukankah sejumlah cara mengurangi hal itu telah berlangsung? (MT dari Berbagai Sumber)

 

Untungnya Komputasi Awan Bagi Pemerintahan:

1. Mengurangi risiko pada infrastruktur TI
2. Dana yang rendah
3. Peningkatan kecepatan inovasi
4. Mengurangi waktu running aplikasi dan waktu respons
5. Biaya yang relatif terjangkau
6. Layanan publik yang lebih baik dengan cara penyediaan informasi yang lebih cepat kepada masyarakat
7. Mendapatkan informasi lebih terkait dengan masyarakat umumnya. Hal ini diperoleh lewat analisis mendalam terhadap database yang ada.

Sumber: Cloudindonesia.com

 

Yang Perlu Dicermati dari Komputasi Awan

1. Melambatnya internet berarti melambatnya program berbasis komputasi awan
2. Ketergantungan ke penyedia layanan komputasi awan karena pengguna tidak punya server langsung
3. Jika layanan backup jelek maka pengguna akan dirugikan karena hilangnya data
4. Komputasi awan perlu bandwidth besar
5. Persoalan tingkat keamanan data yang minim karena data terlihat publik di internet

Sumber: Riyan Farhan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s